artikel singkat tentang peradaban kuno china dan peradaban kuno india
ok di blog kali ini saya akan memeberi sebuah artikel tentang peradaban china kuno dan peradaban india kuno.
pertama tama adalah peradaban china kono
1.
Peradaban
kuno china ( peradaban china )
Peradaban Cina kuno – Sebagian besar wilayah
negeri Cina terdiri dari pegunungan. Di sebelah utara mengalir Sungai
Hoang Ho atau Sungai
Kuning. Di sebelah selatan mengalir Sungai
Yang Tze Kiang. Di lembah Sungai Hoang Ho inilah
berkembang kebudayaan
Cina Kuno.
Nama Tiongkok berasal dari kata Chung Kuo yang
berarti “Negeri Tengah”. Orang Cina Kuno menganggap negerinya berada di
tengah-tengah dunia. Penduduknya disebut Chung Hua yang berarti “Penduduk
Negeri Tengah”. Dari kata Chung kuo berubah menjadi Tiongkok, sedangkan dari
kata Chung Hua menjadi Tionghoa.
Kehidupan pada masa kuno china ( peradaban
china )
Pada masa Dinasti Shang, mata pencaharian penduduk
Cina Kuno sebagai petani.
Para petani saat itu sudah menggunakan bajak untuk mengolah tanah. Selain
itu, ada juga yang beternak, berburu dan menangkap ikan.Pada masa Dinasti Chou,
kehidupan masyarakat semakin berkembang. Ada yang menjadi pedagang, penenun,
pengrajin, penebang kayu dan buruh. Pada masa Dinasti Chin, mata pencaharian
utama penduduk adalah petani dan penenun.
Kehidupan
Sosial
Dalam
kehidupan sosial masyarakat Cina Kuno diatur dalam aturan feodalisme. Kelompok bangsawan berkuasa atas rakyat. Rakyat wajib
membayar upeti/pajak kepada bangsawan. Masyarakat Cina Kuno menghormati
beberapa kekuatan gaib. Penghormatan itu ditujukan kepada:
1. Dewa
Langit (Syangit) sebagai dewa tertinggi.
2.
Kekuatan alam.
3. Arwah
leluhur
Sistem pemerintahan
Sedangkan sistem pemerintahan yang lazim digunakan
di Cina ketika itu adalah sistem dinasti. Sistem ini menganut pergantian
kekuasaan secara turun-temurun. Dinasti-dinasti yang pernah berkuasa di Cina
adalah:
a. Dinasti Shang
b. Dinasti Chou
c. Dinasti Chin
d. Dinasti Han
e. Dinasti Tang
f. Dinasti Shung
1. Dinasti Shang
Pemerintahan Dinasti Shang dipusatkan di kota Anyang
di dekat Sungai Kuning. Kota ini merupakan kota tertua dan terpenting di Cina
pada masanya. Corak pemerintahan Dinasti Shang dititik beratkan pada bidang
militer.
Oleh karena itu, prajuritnya ahli dalam berperang
dengan menggunakan kereta berkuda yang disertai busur dan anak panah.
2. Dinasti Chou
Pada masa ini, raja-raja menyerahkan tugas
pemerintahan kepada para bangsawan. Tugas pemerintahan itu meliputi pengurusan
pajak, keamanan dan lain-lain. Sebagai imbalannya para bangsawan memperoleh
sebidang tanah yang disebut vazal.
Sistem vazal akhirnya merugikan pemerintah, karena
sering terjadi kekacauan antar bangsawan meupun pemberontakan. Kemudian Dinasti
Chou melemah, dan sebagai gantinya adalah berkuasa Dinasti Chin.
3. Dinasti Chin
Raja yang terkenal pada dinasti ini ialah Kaisar
Shin Huang Ti. Dia sangat memperhatikan kemakmuran rakyat. Dalam bidang
perdagangan, raja membuat ukuran timbangan yang seragam.
Dia merintis hubungan dagang dengan India. Untuk menghadapi
serangan bangsa Syung-Nu, dibuatlah tembok raksasa. Tembok raksasa itu kini
dikenal dengan sebutan “Great Wall” atau “Tembok Besar Cina”.
4. Dinasti Han
Raja yang terkenal pada dinasti ini adalah Han Hwu
Tie. Agama Konfusionisme dijadikan sebagai agama negara. Perdagangan dengan
negara-negara lain ditingkatkan. Masyarakat pada dinasti ini sudah dapat
membuat kertas. Bahannnya terbuat dari kulit kayu dan kain-kain bekas.
5. Dinasti Tang
Dinasti Tang mengalami kejayaan waktu diperintah
oleh Li Shih Min Tang tai Tsung. Bidang seni syair dan seni lukis mengalami
kemajuan yang baik.
6. Dinasti Shung
Raja-raja Dinasti Shung sangat memperhatikan bidang
seni dan ilmu pengetahuan. Kerajinan porselin juga berkembang dengan bak.
Tiongkok diserang bangsa Mongol di bawah pimpinan Jenghis Khan.
Bangsa Mongol berhasil menduduki Tiongkok. Pada abad
14, bangsa Mongol berhasil dikalahkan Tiongkok. Setelah itu Tiongkok diserang
oleh bangsa Mansyuria.
Seni
sastra
Seni sastra Cina Kuno bersumber pada ajaran-ajaran filsafat.
Pada masa Dinasti Chou muncul filsuf-filsuf besar seperti, Lao Tse, Kong Fu Tse
dan Meng Tse. Pengaruh ajaran tersebut menjadikan keadaan pemerintahan yang
semula kacau menjadi baik.
Lao Tse
mengajarkan agar manusia mengikuti jalan yang ditentukan oleh alam dan menolak
kehidupan duniawi. Menurut ajaran ini, terdapat kekuatan gaib yang mengatur
alam semesta.. Kekuatan gaib tersebut dinamakan Tao.
Kong Fu Tse mengajarkan agar orang-orang Cina
kembali pada kehidupan lama, sebagaimana tradisi atau kebiasaan para leluhur.
Selain itu, Kong Fu Tse mengajarkan orang harus mengutamakan akhlak yang baik.
Ajaran ini dinamakan “Konfusianisme Kong Fu Tse”, atau disebut Konfusius.
Meng Tse mengajarkan ajaran yang menyangkut soal
pemerintahan. Ia berpendapat bahwa setiap manusia mempunyai pembawaan yang
baik. Bila seseorang berbuat jahat, hal itu akibat tidak puas atas pemerintahan
yang buruk. Menurut dia, rakyat mempunyai hak untuk memberontak jika kaisar
yang berkuasa tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat.
Bangsa Cina kuno telah mengenal tulisan sejak zaman Dinasti
Shang. Tulisan-tulisan biasanya terdapat pada kulit penyu, tulang-tulang
binatang atau pada piring-piring. Tulisannya berbentuk gambar atau lambang
(pictograf).
Dibidang seni bangunan, bangsa Cina Kuno telah
memiliki keahlian yang tinggi. Hal ini terbukti dari hasil-hasil seni bangunan
seperti Kuil Langit, Tembok Besar atau Pintu Gerbang Kuil. Kuil Langit dibangun
untuk menghormati Dewa Langit ini terdapat di Peking.
Tembok Besar Cina dibangun pada masa Dinasti Chin.
Tembok Besar ini merupakan salah satu keajaiban dunia. Tembok ini disebut besar
atau raksasa karena ukurannya. Panjangnya 2.430 Km, lebar 8 m, dan tinggi 16
m.Tembok ini dibangun selama 20 tahun dengan tenaga 1.000.000 orang. Tembok Besar
dibangun untuk menahan serangan dari suku-suku Barbar di sebelah utara, seperti
suku Hsiung-Nu.
dan yang kedua adalah peradaban india kuno
2.
Peradaban kuno india ( peradaban india )
Peradaban India Kuno adalah peradaban yang
terdapat di Lembah Sungai Indus. Sungai
indus mengaliri tiga wilayah, yaitu Kashmir, India dan Pakistan. sungai ini mengalir
dari tibet dan bermuara ke Laut Arab. Panjang Sungai Indus kurang lebih 2900
kilometer.
Peradaban India Kuno berkembang di Kota Mohenjo-Daro
dan Harappa. Penduduk asli mohenjo-Daro dan Harappa adalah suku bangsa Dravida.
Suku Dravida bertubuh pendek, hidung pesek, rambut keriting hitam, dan kulit
berwarna hitam. Mata pencaharian suku Dravida adalah petani dan peternak.
Mereka juga sudah mampu membuat alat teknologi sederhana berupa alat rumah
tangga, alat pertanian, kain dari kapas dan mendirikan bangunan-bangunan.
A.
Peradaban
Lembah Sungai Indus
Peradaban Lembah Indus terdapat di India sekarang
berada diwilayah negara Pakistan. Kebudayaan Indus (Sindhu) berkembang antara
tahun 3000 SM – 1000 SM, wujudnya berupa kota kuno Mohenjo Daro dan Harappa.
Kebudayaan Indus ini didukung oleh bangsa Dravida yang berbadan pendek,
berhidung pesek, berkulit hitam, berambut keriting. Kebudayaan Indus berhasil
diteliti oleh seorang arkeolog Inggris, Sir John Marshal, yang dibantu Banerji
(orang India).
Hasil
peradaban lembah sungai Indus, antara lain :
1) Kota Mohenjo Daro dan Harappa dibangun
berdasarkan pola kota terencana yang modern.
2) Terdapat bangunan besar sebagai tempat
pertemuan rakyat.
3) Rumah-rumah dibuat dari batu bata.
4) Jalan-jalan dibuat lebar-lebar.
5) Saluran air dibuat sesuai perencanaan
kota modern.
6) Ditemukan bekas permandian.
7) Ditemukan perhiasan kalung emas dan perak
dihias dengan permata.
8) Ditemukan senjata yang terbuat dari batu dan
tembaga.
Benda kuno yang terdapat di kota Mohenjo Daro dan
Harappa, antara lain:
1) lempeng tanah (terra cotta) yang berbentuk
persegi dan bergambar binatang atau tumbuhan, seperti gajah, harimau, sapi,
badak, dan pohon beringin;
2) tembikar yang berbentuk periuk belanga
dan pecah-belah semacam piring dan cangkir;
3) alat perhiasan berupa kalung, gelang, dan
ikat pinggang dari tembaga;
4) gambar dewa yang bertanduk, patung dewi Ibu (dewi
kesuburan), dan patung pujaan: dewa bumi, dewa langit, dewa bulan, dewa air,
serta dewa api.
Mata pencaharian bangsa Dravida adalah bercocok
tanam, yang dibuktikan dengan ditemukannya cangkul, kapak, dan patung Dewi Ibu
yang dianggap lambang kesuburan. Hasil pertanian berupa gandum dan kapas. Sudah
ada saluran irigasi untuk mencegah banjir serta untuk pengairan sawah-sawah
rakyat. Dalam perdagangan terlihat adanya hubungan dengan Sumeria di Lembah
Eufrat dan Tigris, yang diperdagangkan adalah keramik dan permata.
Sudah mengenal sistim kepercayaan menyembah banyak
dewa (politeisme) serta segala sesuatu yang dianggap keramat. Contohnya adalah
pohon pipal dan beringin yang oleh umat Buddha dianggap pohon suci, binatang
yang dipuja adalah gajah dan buaya.
Tata kota, sanitasi, serta kebersihan
dan kesehatan dari perencanaan kota dapat dibuktikan dengan adanya:
1) bangunan rumah dibuat tinggi berdasarkan
petunjuk kesehatan,
2) bangunan rumah dibuat seragam dari batu
bata,
3) bangunan tidak ada yang menjorok ke depan,
dan
4) saluran air dibangun sesuai dengan syarat
kesehatan.
Kebudayaan Indus runtuh pada tahun 1000 SM disebabkan
oleh:
1) adanya bencana banjir dari Sungai Indus
(Sindhu);
2) karena diserang bangsa Arya.
B. Peradaban
Lembah Sungai Gangga
Pendukung kebudayaan Gangga adalah orang-orang Arya.
Mereka berasal dari sekitar Laut Kaspia yang datang memasuki India sekitar 2000
SM di daerah India Utara. Akibat kedatangan bangsa Arya, bangsa Dravida
terdesak dan menyingkir ke India Selatan. Namun, tidak dapat dihindari
terjadinya percampuran antara dua kebudayaan yang akhirnya melahirkan
hinduisme.
Bangsa Arya menguasai daerah subur di sekitar Sungai
Gangga bahkan seluruh daerah di sekitar Lembah Indus. Mereka menyebutnya
sebagai daerah Arya Warta atau daerah Hindustan, artinya tanah orang Hindu.
Daerahnya meliputi sekitar Sungai Gangga, Lembah Yamuna, serta Lembah Indus.
Untuk membatasi adanya percampuran ras, maka diciptakanlah Kasta serta
kewajiban sattie (wanita ikut suami di waktu upacara pembakaran
mayat). Perkawinan antarkasta menjadi salah satu penyebab seseorang dikeluarkan
dari kasta. Orang Arya berada pada kasta brahmana, ksatria, dan sedikit pada
kasta waisya.
a. Kasta
Brahmana ialah golongan para ahli agama dan ilmu pengetahuan. Golongan ini
paling dihormati dan biasanya menjadi penasihat raja.
b. Kasta
Waisya ialah golongan pedagang dan petani. Mereka merupakan golongan yang
berusaha, mengeluarkan keringat untuk menghasilkan perbekalan yang diperlukan
oleh semua golongan.
c. Kasta
Ksatria ialah golongan ningrat dan para prajurit. Golongan inilah yang
memegang kekuasaan dan menjalankan pemerintahan.
d. Kasta
Sudra ialah golongan buruh kasar dan hamba sahaya.
Agama yang berkembang di India meliputi:
a. Agama
Hindu. Agama Hindu memuja dewa-dewa, ada tiga dewa yang paling terkemuka
Dewa Brahma sebagai pencipta alam, Dewa Wisnu sebagai pemelihara alam, dan Dewa
Syiwa sebagai perusak alam. Kitab sucinya disebut Weda.
b. Agama
Buddha. Agama Buddha diajarkan oleh Sidarta Gautama, putra mahkota kerajaan
Kapilawastu di India Utara. Sidarta Gautama memperoleh pencerahan tentang
masalah kehidupan, itulah yang disebut “Bodh”, sejak itu ia disebut “Budha”,
artinya orang yang memperoleh “Bodh”. Kitab sucinya Tripitaka.
Hasil kesusastraan India yang berupa wiracarita
antara lain:
a.
Kitab
Ramayana
Kitab ramayana merupakan karangan Resi Walmiki.
Menceritakan kisah putra mahkota bernama Rama putra Raja Dasaratha. Karena ulah
ibu tirinya, Rama harus menjalani pengembaraan ke hutan, dalam pengembaraannya
itu istrinya, Dewi Sinta, diculik oleh Rahwana atau Dasamuka, raja raksasa dari
negeri Alengka (Sri Lanka).
b.
Kitab
mahabrata
Kitab Mahabharata karangan Resi Wiyasa. Menceritakan
kisah keadaan keluarga besar Bharata, yang memerintah di kerajaan Hastina. Dua
keturunan itu adalah Kurawa dan Pandawa saling memperebutkan tahta kerajaan.
Mula-mula keluarga pandawa menjalani hukuman dibuang ke hutan selama 12 tahun,
dalam pembuangan itu keluarga Pandawa memperoleh gemblengan ilmu, sehingga kuat
lahir dan batin.
Sekian Terimakasih.. semoga bermanfaat yahh
Komentar
Posting Komentar